Sekilas Tentang Kesan Pembacaan Burdah Tadi Malam

Sekilas Tentang Kesan Pembacaan Burdah Tadi Malam

Berawal dari kesan yang tadi dialami pada saat memenuhi undangan pembacaan Qasidah Burdah di Majelis Bersama di kota ku (Jambi)… (disebut Majelis Bersama karena di hadiri seluruh Majelis² Pengajian yang ada di kota ku sebagai wadah silaturahmi antar sesama)

Aku bisa tersenyum lagi, dan berbinar lagi air mataku karena getaran-getaran yang begitu indahnya di setiap bait-bait Syair yang dilantunkan begitu mesranya…. Cukup memberi semangat setelah kemarin-kemarin aku dirundung kebingungan tentang diri yang merasa sepi dan hilang, memang benar jika dikatakan Burdah adalah obat… Alhamdulillah aku merasa terobati dan tumbuh semangat lagi, semoga besok semakin lebih baik….

Burdah sendiri adalah Syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad, seperti lain-lain nya ada yang dinamakan Maulid Simtudhuror (Maulid al-Habsy), Maulid al-Barzanji, Maulid ad-Diba’i dan lain sebagainya.

Dulu sebelum ikut-ikut pengajian, aku sangat tidak mengerti tentang Maulid, Sholawatan, atau apapun namanya.. yg aku tau dulu Maulid adalah hari kelahiran Nabi yang dirayakan satu tahun sekali yang diadakan di Mesjid², sekolah², dan sebagaianya, yang ternyata kenyataanya baru aku sadari kebanyakan acara² nya jauh dari maksud Maulid itu sendiri…

Kesan yang tidak akan terlupakan dan akan tersimpan menjadi kenangan adalah pertama kali seumur hidup aku mengikuti acara pembacaan Maulid di Yogyakarta di Majelis Para Habaib, kalo tidak salah waktu itu pada akhir tahun 2006 ketika aku masih kuliah di Jogja. Di tempat itu aku menangis sejadinya ga bisa bohong untuk menahan air mata yang mengalir begitu pasrahnya khususnya pada bagian Mahlul Qiyam, padahal sejujurnya aku tak menegerti arti dari Syair-syair yang dibaca.. entah apa maksud dari kata-kata mereka tapi kenapa bisa bikin aku menangis dan hati ku jadi tak karuan jadinya.. ternyata setelah aku cari tau arti dari makna kata-kata dari Syair yang dibaca, memang wajar aku menangis karenanya,tapi kenapa waktu itu bisa menangis padahal sebelumnya belum tau artinya? ternyata yang bikin menangis itu adalah hati yang respon dari bait-bait yang dibaca karena kekuatan getaran-getaran yang cahayanya menyilaukan hingga begitulah hasilnya, walau otak tidak mengerti dan menerima apa maksudnya, tapi hati menangkap dengan pastinya. Sama seperti yang dijelaskan oleh Guruku (Syaikh Mustafa), pada waktu itu kami membaca Maulid di dekat pantai di daerah Batam (Kepri) pada waktu itu salah satu temanku menangis sejadinya dan selesai acara Guruku menanyakan kepadanya dihadapan murid-murid lain,mengapa kamu menangis? temanku hanya diam saja sambil masih menangis, lalu disambung Guruku “itulah yang ditangkap oleh hatimu walau kamupun pasti tak tau arti dari yang dibacakan tadi, tapi hatimu mengerti dan menangkapnya”.

Kita butuh makanan.. untuk memberi energi dan kekuatan, makanan tubuh adalah yang biasa kita konsumsi tiap hari yang masuk kedalam mulut menuju perut, dan makanan Ruhaniah adalah Ibadah yang Wajib maupun yang Sunah… ibadah wajib adalah Sholat dan sebagainya,ibadah Sunah adalah Dzikir,Sholawat dan sebagainya.. ternyata makanan Ruhaniah ini yang sering terabaikan dan jarang dikonsumsi, wajar kalo jiwa menjadi sakit.

Semoga langkah jangan terpecah dalam menjalani hidup untuk sekedar singgah…. Semoga semakin terarah dalam memapah walau lelah kadang resah, kadang pula berhenti dan ingin pergi. Tak hentinya dosa mengiringi nafas yang begitu buas… Namun tak hentinya juga pintu taubat semakin melebarkan gerbangnya begitu murahnya…

YA ROBBI BIL MUSTHOFA BALLIGH MAQOOSHIDA NAA WAGHFIR LANAA MA MADHO YA WASI’AL KAROMI (Ya Tuhanku, demi Nabi Muhammad SAW, sampaikanlah hajat kami, Ampuni segala yang telah terlanjur menjadi khilaf kami. Wahai Dzat yang Samudera Ampunannya tak terbatas).

 

Dicuekin

Dicuekin

ketika aku menyapa….. kau hanya diam saja….

ketika aku memanggil….. kau pergi berpaling…..

ketika ku ulurkan jabat tangan persahabatan…… kau tepis dengan kesombongan……

ketika kusampaikan pesan kepada malam….. yang kudapat hanya kesedihan menunggu terdiam…..

 

derap langkah yang kuterjemahkan kepada sudut-sudut harapan hanya akan selalu menjadi harapan tanpa jawaban…..

setiap jaman seakan selalu mentertawakan keadaan menggiring untuk bermukim menuju sampah jalanan……

benar jika dikatakan akulah lukisan kesedihan……

 

inilah yang dinamakan perasaan sakit yang begitu sulit…..

akibat menaruh harapan kepada jiwa yang sempit……

 

(nulis kata sambil baca mantra dan garuk-garuk kepala lalu tertawa sambi minum es kelapa muda) *tuing~

iman dan cinta

iman dan cinta

”Iman itu kadang naik kadang turun, maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.” (HR Ibn Hibban)

Di rumah, sepulang dari kegiatan rutin pengajian Dzikir mingguan malam jum’at ini saya mencoba berbagi dengan tulisan yang mungkin hanya akan terbaca oleh diri sendiri.. berawal dari tadi siang yang memang ingin menuangkan kata dalam blog ini terinspirasi dari pengalaman pribadi, lebih tepatnya mungkin disebut pengalaman spiritual yang beberapa kali dialami, sa’at ini mungkin bisa dikatan keadaan spiritual saya sedang tidak stabil, benar lah apa yang dikatakan Rasulullah seperti Hadist diatas tentang naik – turunnya iman.. Bagi saya, itu adalah hal alami yang akan di alami setiap individu manusia, dan dari hadist diatas, Rasulullah memberi solusi bagaimana kita menyikapinya.

La ila Ha ilallah adalah Dzikir… makna kalimat tersebut jika diartikan dalam bahasa arab adalah “tiada Tuhan selain Allah” namun sebuah kalimat dan kata, apa lagi yang berasal dari al-Qur’an dan Hadist, tidak bisa ditafsirkan hanya dengan bahasa namun juga dengan makna hakikat yang lebih mendalam dari padanya. Para Aulia Allah menafsirkan kalimat tersebut dengan makna bahwa “tiada apapun jua tiada maksud dan tiada keinginan kecuali hanya ada Allah semata”.

Lalu kapan kita harus memperbaharui iman kita? Tentu saja bukan hanya sekali dalam hidup ini, iman tentu sangat perlu diperbaharui setiap saat. Jadi sudah tentu kita jangan pernah berfikir untuk berhenti melangkah atau malah berbalik arah.. karena Rahmat Allah meliputi segalanya dan pintu tobatnya selalu terbuka lebar tiada tara… bahkan kita tidak pernah tau apakah di masa mendatang kita akan melakukan dosa atau kebajikan, itu bukan menjadi alasan untuk menentukan pilihan yang bodoh. Cintalah yang akan menjawabnya… beberapa waktu yang lalu saya berada di Jakarta untuk bertemu Guru Spiritual saya yang dia adalah seorang Aulia Allah, beliau datang jauh dari Libanon untuk bertemu murid-muridnya di Indonesia, beberapa pesan-pesan beliau yang mesti saya rekam dalam memori ingatan dan untuk dipraktekan dalam kehidupan adalah tentang CINTA… ibadah tanpa cinta adalah nihil… segala perbuatan kebajikan jika tidak ada cinta adalah sia-sia…. Beliau juga membahas kalimat yang saya bahas di atas yaitu kalimat la ila ha ilallah… kalimat la ila ha ilallah berasal dari Nur Allah yang akan menyedot segalanya. yang Asma dan Sifat Allah tidak terukur hanya Allah yang tau… dengan mengucapkan kalimat la ila ha ilallah akan menghapus segala dosa…

Jadi maksud saya dari bahasan-bahasan di atas adalah: cara memperbaharui iman yang sering naik turun itu dengan mengucapkan la ila ha ilallah dibarengi CINTA… karena sering orang mengucapkan kalimat la ila ha ilallah tapi tanpa perasaan cinta, maka itu hanya sia-sia… Lalu bagaimana kita mengerti tentang cinta? Kita tidak akan bisa mencintai Allah sebelum kita mencintai Rasulullah.. karena dengan mencintai Rasulullah kita akan belajar dari Rasulullah bagaimana cara mencintai Allah, karena hanya Rasulullah makhluk yang paling cinta kepada Allah dibandngkan makhluk yang lain.. dan kita tidak akan bisa mencintai Rasulullah sebelum kita mencintai Aulia Allah… karena Aulia Allah tau betul bagaimana cara mencintai Rasulullah sebagaimana belajar dari para Sahabat yang begitu amat cintanya kepada Rasulullah…

Dan sudahkah kita mengeti tentang cinta? Atau hanya memahami sebatas pemikiran pribadi saja?

Mungkin

Mungkin

Mungkin kini aku memang benar jauh terlempar… Dan tak tau cara kembali pulang….

Mungkin aku tak pernah ditakdirkan untuk menang… Melawan diri sendiri yang semakin menjadi…

Mungkin aku sebaiknya pergi dan tak pernah kembali… Mewujud sampah menanti mati….

Namun hati berkata lain… seakan menjabat tangan dan menariknya agar jangan hilang….

Dan senyuman indah yang terkenang seakan menahan setiap jalan menghapus keputus-asaan…

Berbisik suara lembut berkata :

“jangan tenggelam didalam MUNGKIN, ini bagian dari perjalanan dimana nanti aku bisa menyentuh senyuman yang terkenang dan masuk kedalamnya hingga tenggelam hilang didalam PASTI”

Ya Syaikhi… sungguh tatapan tajam yang waktu itu tertuju padaku begitu melekat bagai paku tertancap kuat yang bilamana paku itu hendak dicabut maka hancur pulalah menjadi serpihan tak berarti hidupku ini….

YA SYAIKHI MURABBI QOLBI… ANTAL WALI TOBIBUL QOLBI… (Wahai Syaikhku yang mendidik Hatiku…Engkau Wali Allah, Sang Penyembuh Hatiku)

Dimanapun aku memandang.. disana kulihat kenangan tentang kta sudah mati..

Dimanapun aku memandang.. disana kulihat kenangan tentang kta sudah mati..

Dimanapun aku memandang.. disana kulihat kenangan tentang kta sudah mati..
Sejauh perjalanan ini meninggalkan jejak begitu rupa menjadi pelangi didalam tidur tanpa mimpi…
Begitu cinta datang dan pergi lalu hilang dan berubah menjadi kebingungan yg melahirkan senyuman.. lagi…
Dimanapun aku memandang.. disana kulihat kenangan tentang kta sudah mati..
Apa yang kurencanakan sering kali berubah bahasan cerita yang habis berubah menjadi cerita tanpa rencana…. Betapa indahnya makna tiap langkah yang terkadang indah terkadang jua mewujud keringat tetesan darah kesedihan diiringi senyuman kebahagiaan…. Dan…
Dimanapun aku memandang.. disana kulihat kenangan tentang kta sudah mati..
Seringkali angin menyentuh tubuh begitu lembut namun dinginnya membekukkan perasaan yg memaksaku untuk rindu dan menunggu… hingga…
Dimanapun aku memandang.. disana kulihat kenangan tentang kta sudah mati..
Jabatan tangan kita pernah begitu eratnya seakan tak ingin lepas dan jauh namun kini kita melambai terpisah dipersimpangan yg kiita pilih jalan berbeda…..
Dimanapun aku memandang.. disana kulihat kenangan tentang kta sudah mati..
Aku pernah membuka catatan kenangan tentangmu untuk sekedar belajar kembali mungkin bisa merubah kesedihan…. Namun…
Dimanapun aku memandang.. disana kulihat kenangan tentang kta sudah mati..
Kini kutegarkan dan kuputuskan untuk hancur menjadi dedaunan kering yang berguguran agar rela terbawa kemanapun angin berhembus…… karena…
Dimanapun aku memandang.. disana kulihat kenangan tentang kta sudah mati..